www.kbmwbu.jawatengah.go.id


Halaman Utama arrow Artikel arrow Flora & Fauna arrow Mengenal Badak Jawa
Sep 08, 2010 at 06:14 AM
Halaman Utama
Tentang Kami
Produk & Layanan
Berita
Artikel
Acara
Galeri
Forum Diskusi
Pencarian
Buku Tamu
Hubungi Kami
Administrator
Login Form
Nama User

Kata Sandi

Ingatkan Saya
Kata Sandi Pengingat
Belum ada rekening? Buat baru
User Online
Ada 24 tamu online
Jumlah Pengunjung
882,089 visitors and counting!882,089 visitors and counting!882,089 visitors and counting!882,089 visitors and counting!882,089 visitors and counting!882,089 visitors and counting!
Statistik Pengunjung
Anggota: 36
Baru: 85
Situs Terkait: 0
Pengunjung: 882089
Rincian Pengunjung
34 terdaftar
0 hari ini
0 minggu ini
2 bulan ini
Terakhir: arang
Mengenal Badak Jawa PDF Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 
Ditulis oleh: Kresno Aji   
Feb 21, 2008 at 03:09 PM
Article Index
Mengenal Badak Jawa
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
lukisan-badak-jawa-l
Badak Jawa atau Badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan badak India dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak Jawa memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Ukuran badak Jawa lebih kecil daripada badak India dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak Hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.

Badak ini pernah menjadi salah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar. Meski disebut "Badak Jawa", binatang ini tidak terbatas hidup di pulau Jawa saja, tapi di seluruh Nusantara, sepanjang Asia Tenggara dan di India serta Tiongkok. Spesies ini kini statusnya kritis, dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan di alam bebas, dan tidak ada di kebun binatang. Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi.[4] Populasi 40-50 badak hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa, Indonesia. Populasi badak Jawa di alam bebas lainnya berada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam dengan perkiraan populasi tidak lebih dari delapan pada tahun 2007. Berkurangnya populasi badak Jawa diakibatkan oleh perburuan untuk diambil culanya, yang sangat berharga pada pengobatan tradisional Tiongkok, dengan harga sebesar $30.000 per kilogram di pasar gelap.[4] Berkurangnya populasi badak ini juga disebabkan oleh kehilangan habitat, yang terutama diakibatkan oleh perang, seperti perang Vietnam di Asia Tenggara juga menyebabkan berkurangnya populasi badak Jawa dan menghalangi pemulihan.[5] Tempat yang tersisa hanya berada di dua daerah yang dilindungi, tetapi badak Jawa masih berada pada resiko diburu, peka terhadap penyakit dan menciutnya keragaman genetik menyebabkannya terganggu dalam berkembangbiak.

badak-jawa


Badak Jawa dapat hidup selama 30-45 tahun di alam bebas. Badak ini hidup di hutan hujan dataran rendah, padang rumput basah dan daerah daratan banjir besar. Badak Jawa kebanyakan bersifat tenang, kecuali untuk masa kenal-mengenal dan membesarkan anak, walaupun suatu kelompok terkadang dapat berkumpul di dekat kubangan dan tempat mendapatkan mineral. Badak dewasa tidak memiliki hewan pemangsa sebagai musuh. Badak Jawa biasanya menghindari manusia, tetapi akan menyerang manusia jika merasa diganggu. Peneliti dan pelindung alam jarang meneliti binatang itu secara langsung karena kelangkaan mereka dan adanya bahaya mengganggu sebuah spesies terancam. Peneliti menggunakan kamera dan sampel kotoran untuk mengukur kesehatan dan tingkah laku mereka. Badak Jawa lebih sedikit dipelajari daripada spesies badak lainnya.


Diperbaharui Terakhir ( Feb 24, 2008 at 09:20 AM )
Jajak Pendapat
Bagaimana pendapat anda tentang situs Unit 1 Perum Perhutani KBM WBU?
  
Artikel Terbaru
Yang Sering Dibaca
Item Terkait
Banner
 
| Powered by Opensource Jateng | Created by Kresno Aji |